Emas Incar Kenaikan Mingguan, Prospek Hawkish The Fed Batasi Penguatan
Harga emas (XAU/USD) melanjutkan penguatan selama dua hari berturut-turut pada Jumat dan mencatatkan level tertinggi mingguan baru sepanjang paruh pertama perdagangan sesi Eropa. Namun, pembeli masih menunggu harga menembus level US$4.400 sebelum mengantisipasi kenaikan lebih lanjut.
Koreksi terbaru harga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang tidak terkendali. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun dan meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang hawkish kembali meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS (USD). Penguatan USD berpotensi membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal Harga Emas
Secara teknikal, XAU/USD sebelumnya gagal bertahan di sekitar Exponential Moving Average (EMA) 100-hari pada US$4.368. Kondisi ini membuat bias jangka pendek harga emas masih cenderung bearish, meskipun harga tetap berada di atas level support Fibonacci utama.
Harga emas saat ini bergerak sedikit di atas level Fibonacci retracement 50,0% di US$4.320. Level tersebut menjadi support penting setelah koreksi terbaru.
Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 49,52, atau dekat dengan area netral. Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di -19,60 dan masih dalam wilayah negatif, yang menunjukkan tekanan jual masih relatif dominan.
Di sisi atas, resistance awal harga emas berada pada Fibonacci retracement 38,2% di US$4.408. Jika berhasil ditembus, perhatian berikutnya tertuju pada EMA 100-hari di US$4.368, kemudian Fibonacci retracement 23,6% di US$4.516 dan swing high di US$4.692.
Sebaliknya, support terdekat berada di US$4.320. Jika level tersebut ditembus ke bawah, harga emas berpotensi menguji Fibonacci berikutnya di US$4.232 dan US$4.107. Sementara itu, area US$3.947 menjadi support struktural yang lebih jauh apabila tekanan jual kembali meningkat.
Prospek Hawkish The Fed Tekan Emas
Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakan yang cenderung hawkish setelah pertemuan September. Proyeksi terbaru para pejabat The Fed juga menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan, Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga konsumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi AS. Ia juga menilai inflasi masih terlalu tinggi dalam periode yang terlalu lama.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
UOB Melihat Potensi Penguatan Dolar AS
Analis UOB Group menilai kembalinya The Fed ke siklus kenaikan suku bunga dapat mengubah prospek Dolar AS.
UOB memperkirakan dua kenaikan suku bunga The Fed tambahan dapat memperlebar kembali perbedaan suku bunga AS dengan negara-negara G10. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap indeks Dolar AS (DXY).
Bank tersebut juga melihat risiko kenaikan terhadap proyeksi USD, baik terhadap mata uang negara-negara G10 maupun mata uang Asia.
Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 54% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 88%.
Ekspektasi tersebut, ditambah ketidakpastian geopolitik, menjadi faktor pendukung bagi USD sebagai aset safe haven dan berpotensi membatasi penguatan harga emas.
Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian
Perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan telah menyerang sebuah kapal tanker berbendera Togo yang disebut mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya semakin dekat dengan keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran.
Perkembangan tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus memengaruhi pergerakan harga minyak dan emas.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi aksi beli yang lebih kuat sebelum mengantisipasi kelanjutan pemulihan harga emas dari level terendah enam pekan yang tercatat pada Rabu.
Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi AS, termasuk data Produksi Industri dan Tingkat Pemanfaatan Kapasitas. Pernyataan sejumlah pejabat FOMC juga berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas selama sesi perdagangan Amerika Utara.
Selain faktor ekonomi AS, perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah akan tetap menjadi perhatian utama pasar menjelang akhir pekan dan dapat menciptakan peluang perdagangan jangka pendek pada XAU/USD.
