Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


    REBATE BROKER INDONESIA

Master IB Broker pemberi cashback rebate Terbesar di Indonesia

www.rebatebrokerindonesia.com adalah Master IB Brokers di banyak Brokers seperti :
XM, Exness, Justmarkets, Tickmill dan HFM
Setelah mendaftar di IB kami wajib mengisi form verifikasi Rebate agar kami bisa melakukan pengecekan akun anda : Verifikasi Rebate Brokers

==========================================================
silakan Hubungi TEAM Support kami untuk mempercepat Verifikasi Rebate anda:

Click to LIVECHAT :
==========================================================

Legality Auto Rebate International


MASTER IB Brokers
  • Apa itu Auto Rebate Brokers?

    Auto Rebate Brokers adalah Rebate/cashback dari pengembalian spread yang otomatis ditransfer oleh pihak Broker ke Akun Trading / Dompet / Wallet anda dengan syarat anda harus mendaftar dengan Link atau kode IB partners kami, agar kami bisa mensetting 90% Rebate ke Anda

    Apakah Kondisi Perdagangan tetap sama?

    Kami menjamin bahwa semua komisi, spread, dan ketentuan perdagangan tetap sama.

    Apakah gratis untuk mengikuti program cashback / rebate?

    Ya, program ini gratis hanya dengan bergabung melalui IB kami. Lebih lanjut, kami akan membayar Anda dengan mengembalikan komisi kami 90% ke anda untuk setiap transaksi trading Anda.

    Bagaimana saya akan menerima Rebate saya?

    Rebate otomatis ditransfer ke akun trading (Exness, HFM, Justmarkets, Tickmill) atau Dompet/wallet ( XM). Setelah itu, Anda dapat menarik uang rebate dengan semua metode yang disediakan oleh Broker pilihan anda.

    saya sudah memiliki akun, apakah saya bisa pindah IB untuk mendapatkan rebate?

    Tentu saja bisa, panduannya bisa anda klik link dibawah

    - Pindah IB XM Click Here

    - Pindah IB Exness Click Here

    - Pindah IB Justmarkets Click Here

    - Pindah IB HFM Click Here

    - Pindah IB Tickmill Click Here

Emas Tertekan The Fed


Emas Incar Kenaikan Mingguan, Prospek Hawkish The Fed Batasi Penguatan

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan penguatan selama dua hari berturut-turut pada Jumat dan mencatatkan level tertinggi mingguan baru sepanjang paruh pertama perdagangan sesi Eropa. Namun, pembeli masih menunggu harga menembus level US$4.400 sebelum mengantisipasi kenaikan lebih lanjut.

Koreksi terbaru harga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang tidak terkendali. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun dan meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang hawkish kembali meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS (USD). Penguatan USD berpotensi membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Analisis Teknikal Harga Emas

Secara teknikal, XAU/USD sebelumnya gagal bertahan di sekitar Exponential Moving Average (EMA) 100-hari pada US$4.368. Kondisi ini membuat bias jangka pendek harga emas masih cenderung bearish, meskipun harga tetap berada di atas level support Fibonacci utama.

Harga emas saat ini bergerak sedikit di atas level Fibonacci retracement 50,0% di US$4.320. Level tersebut menjadi support penting setelah koreksi terbaru.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 49,52, atau dekat dengan area netral. Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di -19,60 dan masih dalam wilayah negatif, yang menunjukkan tekanan jual masih relatif dominan.

Di sisi atas, resistance awal harga emas berada pada Fibonacci retracement 38,2% di US$4.408. Jika berhasil ditembus, perhatian berikutnya tertuju pada EMA 100-hari di US$4.368, kemudian Fibonacci retracement 23,6% di US$4.516 dan swing high di US$4.692.

Sebaliknya, support terdekat berada di US$4.320. Jika level tersebut ditembus ke bawah, harga emas berpotensi menguji Fibonacci berikutnya di US$4.232 dan US$4.107. Sementara itu, area US$3.947 menjadi support struktural yang lebih jauh apabila tekanan jual kembali meningkat.

Prospek Hawkish The Fed Tekan Emas

Federal Reserve mempertahankan sikap kebijakan yang cenderung hawkish setelah pertemuan September. Proyeksi terbaru para pejabat The Fed juga menunjukkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan, Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga konsumen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi AS. Ia juga menilai inflasi masih terlalu tinggi dalam periode yang terlalu lama.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap harga minyak mentah. Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.

UOB Melihat Potensi Penguatan Dolar AS

Analis UOB Group menilai kembalinya The Fed ke siklus kenaikan suku bunga dapat mengubah prospek Dolar AS.

UOB memperkirakan dua kenaikan suku bunga The Fed tambahan dapat memperlebar kembali perbedaan suku bunga AS dengan negara-negara G10. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap indeks Dolar AS (DXY).

Bank tersebut juga melihat risiko kenaikan terhadap proyeksi USD, baik terhadap mata uang negara-negara G10 maupun mata uang Asia.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 54% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 88%.

Ekspektasi tersebut, ditambah ketidakpastian geopolitik, menjadi faktor pendukung bagi USD sebagai aset safe haven dan berpotensi membatasi penguatan harga emas.

Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian

Perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan telah menyerang sebuah kapal tanker berbendera Togo yang disebut mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya semakin dekat dengan keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran.

Perkembangan tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, sekaligus memengaruhi pergerakan harga minyak dan emas.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi aksi beli yang lebih kuat sebelum mengantisipasi kelanjutan pemulihan harga emas dari level terendah enam pekan yang tercatat pada Rabu.

Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi AS, termasuk data Produksi Industri dan Tingkat Pemanfaatan Kapasitas. Pernyataan sejumlah pejabat FOMC juga berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan harga emas selama sesi perdagangan Amerika Utara.

Selain faktor ekonomi AS, perkembangan terbaru terkait konflik di Timur Tengah akan tetap menjadi perhatian utama pasar menjelang akhir pekan dan dapat menciptakan peluang perdagangan jangka pendek pada XAU/USD.

Share:

Harga Emas Terkoreksi

 

Harga emas kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu pagi (16/9/2026), tetapi masih bertahan di kisaran US$4.300 per ons troi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Bloomberg, pada pukul 07.48 WIB, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange tercatat sebesar US$4.320,70 per ons troi. Harga tersebut turun 0,28% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level US$4.332,80 per ons troi.

Harga Minyak Tekan Emas

Koreksi harga emas terjadi ketika harga minyak yang tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut turut mendorong spekulasi bahwa The Fed dapat mempertahankan atau menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter pekan ini.

Kenaikan harga minyak juga mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 92% pada pertemuan kebijakan The Fed pekan ini.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Emas Turun 3% September

Sepanjang September 2026, harga emas telah terkoreksi lebih dari 3%. Pelemahan tersebut terjadi setelah emas sempat diperdagangkan di atas US$4.700 per ons troi pada akhir Agustus.

Pergerakan harga emas mencerminkan penyesuaian pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter The Fed. Fokus investor kini tertuju pada keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan selanjutnya.

Share:

Solstice Akuisisi Leckie


Solstice Gold Selesaikan Akuisisi Leckie Gold Zone di Ontario

VANCOUVER, British Columbia — Solstice Gold Corp. mengumumkan telah menyelesaikan akuisisi dua klaim tambang yang telah dipatenkan dengan total luas 24 hektare di Leckie Gold Zone, Abitibi Subprovince, Ontario.

Akuisisi tersebut mencakup poros tambang sedalam 160 meter, fasilitas pengembangan bawah tanah pada lima level, serta lebih dari 23.000 meter pengeboran historis.

Selain itu, Solstice Gold juga mengakuisisi 43 klaim pertambangan yang belum dipatenkan dengan total luas sekitar 9,4 kilometer persegi. Area tersebut berdekatan dengan proyek Red Cedar Discovery milik perusahaan dan berjarak sekitar 260 meter dari klaim Leckie Gold Zone yang telah dipatenkan.

Hasil Pengeboran Historis Leckie Gold Zone

Data pengeboran historis di Leckie Gold Zone menunjukkan sejumlah hasil kadar emas yang menarik. Beberapa intersep yang tercatat antara lain:

  • 4,85 gram per ton emas sepanjang 17,10 meter.

  • 7,24 gram per ton emas sepanjang 10,45 meter.

  • 9,10 gram per ton emas sepanjang 5,24 meter.

  • 4,35 gram per ton emas sepanjang 10,30 meter.

Dari 133 lubang bor historis yang telah diuji kadarnya, sebanyak 62% menghasilkan intersep minimal 3,0 gram per ton emas sepanjang sedikitnya 1,5 meter.

Namun, Solstice Gold menegaskan bahwa data eksplorasi historis tersebut berasal dari pekerjaan sebelumnya yang dilakukan pihak ketiga tanpa keterlibatan perusahaan. Hingga saat ini, belum ada tenaga ahli independen yang melakukan pekerjaan yang cukup untuk memverifikasi informasi tersebut. Oleh karena itu, perusahaan belum dapat menjamin keakuratan data historis tersebut.

Nilai Transaksi Akuisisi

Berdasarkan perjanjian pembelian tertanggal 22 Agustus 2026, Solstice Gold membayar US$600.000, menerbitkan 2 juta saham biasa, serta mengalihkan 11 klaim pertambangan yang belum dipatenkan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi.

Saham biasa yang diterbitkan dalam transaksi tersebut dikenakan periode penahanan selama 12 bulan, serta periode penahanan wajib selama empat bulan satu hari sesuai dengan ketentuan hukum sekuritas Kanada.

Perluas Strathy Gold Project

Akuisisi Leckie Gold Zone memperluas Strathy Gold Project milik Solstice Gold menjadi sekitar 57 kilometer persegi di Temagami Greenstone Belt, Ontario.

Perusahaan berencana memulai kegiatan eksplorasi permukaan, termasuk pemetaan serta pencatatan ulang inti bor historis. Kegiatan tersebut akan menjadi dasar untuk program pengeboran lanjutan yang dijadwalkan dimulai pada kuartal IV 2026.

Dengan tambahan aset Leckie Gold Zone dan hasil pengeboran historis yang menjanjikan, Solstice Gold berharap dapat meningkatkan potensi eksplorasi di Strathy Gold Project sekaligus memperluas pemahaman mengenai mineralisasi emas di wilayah tersebut.

Share:

Oracle Percepat Tambang Emas


Oracle Power Selesaikan Keberatan Proyek Emas Australia

Oracle Power PLC mengumumkan bahwa seluruh keberatan terkait izin jalan angkut untuk Proyek Emas Northern Zone di Australia Barat telah diselesaikan. Penyelesaian tersebut membuka jalan bagi proses penerbitan izin pertambangan final untuk proyek tersebut.

Perusahaan menyatakan bahwa Miscellaneous Licences L25/75 dan L25/77 kini dapat melanjutkan ke tahap pemberian izin setelah seluruh keberatan yang tersisa dicabut.

Kedua izin tersebut akan memberikan akses ke lokasi proyek sekaligus menyediakan jalur pengangkutan bijih menuju jalan umum dan jalan raya. Proyek Northern Zone berlokasi sekitar 25 kilometer di sebelah timur Kalgoorlie, Australia Barat.

Oracle Power juga menyatakan tetap sesuai jadwal untuk mengajukan Mine Development and Closure Proposal (MDCP) kepada Department of Mines, Petroleum and Exploration pada September 2026.

MDCP merupakan persetujuan operasional terakhir yang diperlukan sebelum kegiatan pertambangan dapat dimulai.

Keberatan Proyek Emas Telah Diselesaikan

CEO Oracle Power, Naheed Memon, mengatakan pencabutan keberatan terakhir menjadi perkembangan penting bagi proyek tersebut.

“Pencabutan keberatan terakhir atas proyek ini merupakan hasil yang sangat penting dan krusial, karena menciptakan koridor angkut bijih menuju jalan utama yang menghubungkan ke fasilitas pemrosesan pihak ketiga di kawasan tersebut,” kata Memon.

Miscellaneous Licences memberikan kewenangan untuk membangun dan menggunakan infrastruktur di luar batas tenemen eksplorasi atau pertambangan berdasarkan Mining Act 1978 (WA), termasuk jalan dan koridor akses.

Sementara itu, Mining Lease M25/389 mencakup area pit Northern Zone. Namun, izin tersebut tidak mencakup pergerakan bijih ke luar batas area pertambangan.

Oracle Power sebelumnya telah mengajukan Native Vegetation Clearing Permit kepada Department of Water and Environmental Regulation pada 28 Agustus 2026.

Proyek Northern Zone Dimiliki Riversgold dan Oracle Power

Northern Zone merupakan proyek tambang emas open pit yang direncanakan di Australia Barat. Proyek ini dimiliki 80% oleh Riversgold dan 20% oleh Oracle Power.

Pendanaan proyek akan dilakukan oleh Mega Resources berdasarkan Mining and Co-operation Agreement dengan skema 50/50 yang diumumkan pada September 2025.

Riversgold memperoleh Mining Lease untuk lokasi Northern Zone pada Juli 2026 dengan masa berlaku selama 21 tahun, hingga Juli 2047.

Dengan seluruh keberatan terkait jalur angkut telah diselesaikan, Oracle Power kini berfokus pada tahapan perizinan berikutnya. Pengajuan MDCP menjadi salah satu langkah penting sebelum proyek emas Northern Zone dapat memasuki tahap operasional.

Share:

UBS Ramal Emas

 

UBS Peringatkan Kenaikan Suku Bunga September Bisa Tekan Harga Emas

UBS memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September berpotensi memicu penurunan jangka pendek pada harga emas. Meski demikian, bank tersebut menilai koreksi harga emas kemungkinan hanya bersifat sementara dan tidak akan mengubah tren pemulihan yang lebih luas.

Strategi UBS, Joni Teves, mengatakan ketahanan harga emas setelah rilis data ketenagakerjaan terbaru bukan berarti kebijakan suku bunga The Fed sudah kehilangan pengaruh terhadap pasar. Menurutnya, sebagian besar ekspektasi pengetatan kebijakan moneter telah diperhitungkan oleh pasar.

"Kami memperkirakan kenaikan suku bunga pada September akan memicu koreksi sesaat, namun tidak akan menggagalkan pemulihan yang lebih luas," tulis Teves.

Ia menambahkan bahwa keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga justru berpotensi memberikan dorongan yang lebih kuat bagi harga emas.

Kenaikan Suku Bunga Berpotensi Tekan Emas

Jika The Fed menaikkan suku bunga, harga emas kemungkinan akan mengalami tekanan awal akibat kenaikan imbal hasil riil dan penguatan dolar AS. Kondisi tersebut biasanya mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, UBS memperkirakan penurunan harga emas dapat dibatasi oleh sejumlah faktor. Permintaan fisik musiman, pembelian investor institusional, serta permintaan dari sektor resmi diperkirakan kembali meningkat ketika harga emas berada pada level yang lebih rendah.

Sebaliknya, jika The Fed tidak menaikkan suku bunga, investor kemungkinan akan kembali memburu emas dan mendorong harganya ke level yang lebih tinggi.

Menurut Teves, potensi tersebut akan semakin besar jika keputusan mempertahankan suku bunga kembali memunculkan kekhawatiran mengenai independensi The Fed.

Prospek Harga Emas Masih Positif

Teves menilai risiko terhadap harga emas memang masih bersifat dua arah, tetapi saat ini cenderung mengarah ke sisi positif.

"Emas mungkin masih rentan terhadap kejutan hawkish, tetapi tampaknya semakin sensitif terhadap katalis positif," tulisnya.

UBS juga mencatat bahwa pembelian emas oleh bank sentral masih berlanjut. China dilaporkan menambah sekitar 20 ton emas pada Agustus, sehingga total pembelian sepanjang tahun ini mencapai sekitar 80 ton. Menurut UBS, laju pembelian tersebut merupakan yang terkuat sejak akhir 2023.

Selain pembelian bank sentral, sejumlah faktor lain turut mendukung prospek harga emas. UBS menyoroti pemulihan bertahap arus dana ke ETF emas, meningkatnya aktivitas perdagangan emas di China, serta semakin dekatnya musim permintaan emas di India.

Dengan berbagai faktor tersebut, UBS menilai potensi imbal hasil harga emas hingga akhir tahun masih cenderung positif, meskipun pasar tetap perlu mewaspadai dampak kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan emas dalam jangka pendek.

Share:

Emas Tertekan Minyak


Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bertahan di Bawah US$4.400 di Tengah Lonjakan Minyak dan Imbal Hasil Obligasi

  • XAU/USD masih bergerak dalam kisaran konsolidasi antara US$4.350 hingga US$4.440.

  • Kenaikan harga minyak dan lonjakan imbal hasil obligasi global membatasi daya tarik emas.

  • Tren jangka pendek emas tetap cenderung bearish, dengan area support US$4.300 menjadi level krusial yang perlu diperhatikan.

Harga emas (XAU/USD) melemah pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis US$4.400. Kenaikan harga minyak yang mendekati US$100 per barel serta reli imbal hasil obligasi global menjelang keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama dunia menjadi faktor utama yang menekan logam mulia.

Meski demikian, pelemahan Dolar AS masih memberikan dukungan bagi emas sehingga pergerakannya tetap berada dalam rentang perdagangan 10 hari terakhir. Analis TD Securities menilai masih terdapat peluang kenaikan harga emas dalam jangka menengah. Menurut mereka, prospek logam mulia tetap didukung oleh tren pelemahan dolar AS, tingginya pembelian emas oleh bank sentral, serta meningkatnya arus masuk ke ETF berbasis emas.

Sementara itu, analis TH Securities berpendapat bahwa sekalipun Federal Reserve mengadopsi kebijakan yang lebih hawkish, dampaknya terhadap emas kemungkinan hanya akan menunda potensi kenaikan berikutnya, bukan memicu penurunan signifikan pada harga emas maupun sektor logam mulia secara keseluruhan.

Analisis Teknis XAU/USD: Support US$4.300 Masih Menjadi Penentu

Dari sisi teknikal, XAU/USD masih mengonsolidasikan pelemahan terbaru tepat di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang berada di sekitar US$4.538. Kondisi ini menunjukkan bahwa prospek jangka pendek masih terbatas dengan kecenderungan netral hingga bearish.

Indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan minimnya momentum arah yang kuat. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah negatif dengan histogram yang tertekan, mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Pada sisi atas, pergerakan harga masih menghadapi hambatan kuat di area US$4.440, yang merupakan puncak perdagangan dalam dua hari terakhir. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di sekitar US$4.500 sebelum menguji SMA 200 hari di dekat US$4.538.

Sebaliknya, tekanan jual berpotensi meningkat apabila harga kembali turun ke area support mingguan di kisaran US$4.300. Penembusan di bawah level tersebut dapat membuka jalan menuju area US$4.311 hingga US$4.282, yang merupakan level terendah pada 14 Agustus dan 2 September. Area ini juga berfungsi sebagai neckline dari pola bearish Head and Shoulders (H&S), sehingga menjadi zona penting yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

Share: